Pesona Wisata Kalimantan Barat
Pulau kalimantan terletak antara pulau Sumatra dan
Sulawesi dengan luas wilayah 736.000 km3. Literatur barat umumnya menyebut
Kalimantan dengan nama Borneo yang berasal dari kata Brunai. Kesultanan Brunei
yang terletak di pesisir utara dahulu pernah menguasai sebagian besar wilayah
barat serta utara pulau Kalimantan.
Kalimantan adalah pulau nomor tiga terbesar di
dunia. Pulau ini terkenal dengan hutan tropis serta memiliki sumber daya alam
yang terbanyak di Indonesia. Flora dan fauna eksotis juga ditawarkan oleh bumi
Kalimantan.
Kalimantan juga dijuluki sebagai Pulau Energi, Kini Pulau Kalimantan merupakan
salah satu lumbung sumberdaya alam di Indonesia memiliki beberapa sumberdaya
yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, diantaranya adalah batubara,
minyak, gas dan geothermal. Hutan Kalimantan mengandung gambut yang dapat digunakan
sebagai sumber energi baik untuk pembangkit listrik maupun pemanas sebagai
pengganti batu bara. Yang luar biasa ternyata Kalimantan memiliki banyak
cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir.
Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi lain yakni sebagai penyedia
sumber energi botani atau terbaharui. Sumber energi botani atau bioenergi ini
adalah dari CPO sawit. Pulau Kalimantan memang sangat kaya.
Di Kalimantan juga banyak sejarah-sejarah berdirinya
kerajaan-kerajaan seperti kerajaan Kutai. Kutai Martadipura adalah
kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara. Nama Kutai sudah disebut-sebut
sejak abad ke 4 (empat) pada berita-berita India secara tegas menyebutkan Kutai
dengan nama “Quetaire” begitu pula dengan berita Cina pada abat ke 9 (sembilan)
menyebut Kutai dengan sebutan “Kho They” yang berarti kerajaan besar. Dan pada
abad 13 (tiga belas) dalam kesusastraan kuno Kitab Negara Kertagama yang
disusun oleh Empu Prapanca ditulis dengan istilah “Tunjung Kute”. Peradaban
Kutai masa lalu inilah yang menjadi tonggak awal zaman sejarah di Indonesia.
Kalimantan Barat juga
dikenal memiliki beraneka ragam wisata yang
menarik yaitu dengan wisata
alam dan wisata budaya. Keadaan alam yang
ada di Kalimantan Barat ini
yang masih relatif alami dan
indah yang membuat daerah ini terkenal
dengan ekowisata. Selain dengan alamnya
yang indah juga terdapat keanekaragaman budaya dan peninggalansejarah
yang tidak ternilai harganya, menjadikan Kalimantan
Barat ini begitu eksotik dan
menarik untuk dikunjungi. Selain
itu budaya di Kalimantan Barat dapat dikatakan sangat unik dan menarik
dikarenakan masyarakat yang tinggal di Kalimantan Barat sebagian besar terdiri dari beberapasuku bangsayaitu, Dayak, Melayu, Tionghoa, Bugis, Jawa,
dan Madura. Kalimantan Barat
juga memiliki icon yang telah
dikenal oleh mancanegara sejak
dahulu yaitu sebagai Kota
Khatulistiwa yang mana kota ini dilalui garis
lintang 00 dan terdapat Tugu Khatulistiwa di daerah ini yaitu di tengah Kota Pontianak, selain itu disan juga terdapat
sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas dan
Sungai Landak.
Terdapat berbagai pariwisata yang harus anda
kunjungi di Kalimantan Barat yaitu :
Tugu Khatulistiwa
Tugu
Khatulistiwa yang berlokasi sekitar 3 km dari kota Pontianak ini merupakan
kebanggaan masyarakat pontianak. Selain bisa berwisata menikmati arsitektur
dari tugu ini, di objek wisata andalan Pontianak ini Toppers bisa mempelajari
informasi-informasi seputar garis Khatulistiwa.
Untuk dapat melihat Tugu Khatulistiwa ini tidak dipungut biaya, namun jika anda ingin mendapatkan sertifikat sebagai bukti bahwa anda pernah berkunjung ke Tugu Khatulistiwa ini anda bisa membayar sebesar Rp. 10.000,-. Di sertifikat tersebut akan terdapat foto pengunjung yang bersangkutan dan tanda tangan Walikota Pontianak.
Bukit Jamur
Lokasi Bukit Jamur ini terletak di Kabupaten Bengkayang,
tepatnya di Kelurahan Bumi Emas Jaku Malunu, Kalimantan Barat. Jarak Bukit
Jamur kurang lebih 6 km dari pusat kota Bengkayang. Letak lokasi ini memang
sangat strategis dan sangat mudah diakses. Dari Bukit Jamur ini Boboers dapat
melihat indahnya lautan awan bak negeri dongeng, apalagi saat sang surya mulai
menyembulkan sinarnya secara perlahan, dijamin pemandangan ini akan menjadi
salah satu moment terbaik seumur hidup.
Keindahan alam saat menuju Bukit Jamur juga tidak kalah indahnya. Perjalanan ke Bukit Jamur dapat ditempuh dengan mengendarai kendaraan roda dua, maupun roda empat dengan jarak tempuh lebih kurang enam kilometer dari kota Bengkayang, atau sekitar 15 menit perjalanan darat.
Sungai Kapuas
Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjangnya mencapai 1.143 km. Sungai Kapuas menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat (terutama suku Dayak dan Melayu di sepanjang aliran sungai. Sebagai sarana transportasi yang murah, Sungai Kapuas dapat menghubungkan daerah satu ke daerah lain di wilayah Kalimantan Barat, dari pesisir Kalimantan Barat sampai ke daerah pedalaman Putussibau dihulu sungai ini. Sungainya yang kaya memberikan mata pencarian bagi masyarakat sekitar sebagai pelayan tradisional. Untuk menikmati keindahan sungai Kapuas dan melihat secara langsung kegiatan masyarakat disetiap pesisirnya ini, Boboers bisa menggunakan kapal wisata yang terparkir di Taman Alun Kapuas, atau di Cafe Serasan, Pontianak Timur. Kapal wisata tersebut akan membawa Boboers mengarungi keindahan kota Pontianak dengan rute Taman Alun Kapuas melewati masjid Jami Sultan Syarif Abburrahman Alkadri, jembatan Kapuas satu hingga Cafe Serasan. Tarif Kapal wisata sungai Kapuas ini sekitar IDR 10.000.
Air Terjun Melanggar
Air
Terjun Mananggar yang sering juga disebut Air Terjun Melanggar,
Menanggar, atau Banangar merupakan Niagara dari Borneo. Air terjun yang
berupa patahan Sungai Landak ini berada di Hulu Sungai Landak. Tepatnya di
Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak. Untuk menuju Air Terjun Mananggar
ini dibutuhkan waktu enam hingga tujuh jam perjalanan dari Pontianak
hingga ke Kecamatan Air Besar, lalu dari sana perjalanan dilanjutkan
menggunakan perahu. Tapi jangan syedih, perjalanan panjang dan melelahkan
Boboers akan terbayar lunas dengan kepuasan melihat keindahan ribuan tetes air
yang jatuh dari ketinggian sekitar 600 meter, dan bersatu kedalam sebuah danau
luas ditengah hutan tropis.
Pantai Temanjuk
Pantai Temajuk terletak di desa Temajuk, desa yang berada di sebelah utara bagian barat pulau Kalimantan, hanya berjarak 4 kilometer dari Telok Melano, Malaysia. Desa ini secara administatif berada di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Desa ini memiliki garis pantai sangat panjang yakni sekitar 60 kilometer, dan disini terdapat lah Pantai Temajuk yang cantik itu. Pasirnya yang berwarna coklat memberi panorama eksotis disanding dengan luasnya laut biru. Selain itu Pantai Temajuk ini sering disinggahi penyu untuk bertelur saat malam hari.
Hal yang cukup menarik dari Pantai Temajuk adalah letaknya yang tak jauh dari Malaysia. Temajuk sangat dengan Telok Melano yakni hanya sekitar 4 kilometer saja. Sehingga tak heran kalau tempat ini kerap dikunjungi wisatawan dari negara tetangga.
Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) merupakan salah satu
surga tersembunyi lainnya yang berada di Kalimantan Barat. Untuk bisa mencapai
Danau Sentarum, dibutuhkan waktu 14 jam dari Kota Pontianak untuk perjalanan
darat dan air dengan rute Pontianak-Sintang-Semitau. Lalu, dari Semitau menuju
ke lokasi menggunakan perahu motor jurusan Lanjak (Biaya sewa perahu 1juta/hari
perahu bisa diisi 6 orang). Atau
bisa pula dengan jalur udara melalui Pontianak-Putussibau sekitar dua jam dan
dari Putussibau ke Nanga Suhaid dengan longboat sekitar tujuh jam.
Anda bisa memilih penerbangan Pontianak – Sintang dengan perjalanan kurang lebih 45 menit dan biaya sekitar Rp. 700.000 – Rp. 800.000 per perjalanan. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat bisa dengan travel atau taxi menuju Semitau atau Jongkong, waktu perjalanan sekitar 4-6 jam dan biaya Rp 150.000 – Rp 200.000 per perjalanan. Sesudah itu melanjutkan perjalanan Sungai menuju ke kawasan Danau atau rute pesawat Pontianak – Putussiabu – Lanjak, kemudian lanjut menggunakan transportasi umum Sungai Lanjak – Semitau – dan berhenti di salah satu Desa atau Kampung yang ada.
Anda bisa memilih penerbangan Pontianak – Sintang dengan perjalanan kurang lebih 45 menit dan biaya sekitar Rp. 700.000 – Rp. 800.000 per perjalanan. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat bisa dengan travel atau taxi menuju Semitau atau Jongkong, waktu perjalanan sekitar 4-6 jam dan biaya Rp 150.000 – Rp 200.000 per perjalanan. Sesudah itu melanjutkan perjalanan Sungai menuju ke kawasan Danau atau rute pesawat Pontianak – Putussiabu – Lanjak, kemudian lanjut menggunakan transportasi umum Sungai Lanjak – Semitau – dan berhenti di salah satu Desa atau Kampung yang ada.
Bukit Kelam
Dengan
tinggi sekitar 900 Mdpl, Bukit Kelam telah menjadi salah satu ikon wisata di
Sintang, Kalimantan Barat. Bukit Kelam adalah sebongkah batu raksasa
monolit, sehingga sering diklaim sebagai batu terbesar di dunia. Selain
kekokohannya yang menarik, Bukit Kelam juga menawarkan pemandangan alam yang
eksotis. Dari atas puncak bukit ini, terlihat kota Sintang dan hutan yang
terhampar luas. Untuk mendaki sampai puncak, di Bukit Kelam ini ini sudah
dibangun tangga untuk mempermudah pendakian. Selama perjalanan
menuju puncak Boboers akan disuguhi pemandangan indah khas hutan Kalimantan.
Bahkan ada beberapa pohon yang langka.
Biaya
Segmen I
Pendakian sampai tangga 2, minimal pengunjung dua orang per guide, tarifnya Rp 50 ribu rupiah.
Segmen II
Pendakian sampai tangga 4 termasuk pergi pulang dua orang per guide, tarifnya Rp 75.000 per orang.
Segmen II
Pendakian sampai tangga terakhir dan menginap di atas minimal pengunjung 2 giude, tarifnya Rp 100 ribu rupiah perorang.
Tarif Guide belum termasuk tiket masuk.
Pada hari biasa, tiket masuk TWA Gunung Kelam Rp 7 ribu rupiah.
Pada hari libur naik Rp 9.500.
Rombongan pelajar atau mahasiswa ada diskon.
Tarif Rp 5000 rupiah.
https://www.bobocantik.com/2016/04/7-tempat-wisata-terbaik-di-kalimantan-barat/
https://pontianak.tribunnews.com/2019/12/04/rincian-biaya-pendakian-via-ferrata-twa-gunung-kelam







Komentar
Posting Komentar